Polling

Menurut anda Tampilan Web site ini Bagaimana ?


Hasil

Statistik Pengunjung


Pengunjung Hari ini : 306
Pengunjung Bulan ini : 1696
Total Pengunjung : 11573

PROFIL DESA


Sejarah Desa Ponggok

Desa Ponggok awalnya merupakan desa yang unik karena ada sebuah mata air yang sangat jernih yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat desa Ponggok khususnya dan masyarakat desa lain yang pada umumnya. Cerita punya cerita oleh para leluhur / pinisepuh dulu mata air atau yang sering kita sebut umbul, bahwa umbul tersebut diperkirakan akan menjadi sebuah telaga yang sangat besar dan bisa menggenangi pemukiman penduduk sekitarnya, karena mempercayai ada sebuah firasat munculnya sepasang ikan yang menyerupai gereh pethek. Guna mengantisipasi agar umbul air tidak membesar oleh nenek moyang kemudian menanggap ledhek yang diiringi oleh gamelan komplit dengan niyogonya yang kemudian waranggono beserta gamelannya hilang dan secara tiba-tiba datang seekor burung pungguk yang sangat besar hinggap di plogrok/pojok pohon gayam, dengan bahasa isyarat burung pungguk tersebut bisa menunjukan salah satu alat gamelan yang menyerupai gong masih utuh terpelihara dengan baik. Karena jasa burung yang berada di plogrok masyarakat sekitar tertuju diplogrok untuk melihat keberadaan burung pungguk yang terkesan ajaib itu.

Untuk mengingat peristiwa tersebut kemudian oleh para pinisepuh desa ini dinamakan kampung ponggok, sampai sekarang pun mata air yang disebut Umbul Ponggok digunakan untuk mandi bahkan dipercayai oleh masyarakat luas merupakan sumber mata air yang suci bisa membawa berkah khususnya diwaktu menjelang puasa, ada sebuah tradisi Padusan Umbul Ponggok yang sampai sekarang di era modern tradisi padusan Umbul Ponggok masih ada dan selalu dikunjungi banyak orang. Bahkan pada masa penjajahan Belanda desa ini dijadikan sebuah kota kewedanan karena lokasi yang sangat strategis dan berpotensi maka dibangun sebuah pabrik gula yang dikelilingi bangunan loji yang besar dan sangat megah menghadap timur bersebelahan dengan umbul yang ditandai Prasasti Bunga Tanjung, yang sampai saat ini juga masih utuh untuk hiasaan didepan SDN Ponggok. Tempat kantor telepon dan rel jalan lori pengangkut tebu melintasi areal sawah-sawah dengan perkembangan terakhir pabrik gula di Ponggok digunakan sebagai gudang sedang pabriknya berada diwilayah kecamatan karanganom. Pemerintah Desa Ponggok terbentuk setelah adanya ukur tanah yang meliputi dukuh Ponggok, Jeblogan, Kiringan dan Umbulsari yang dijabat oleh seorang Kepala Desa I bernama Amat Sumangun dan dilanjutkan Kepala Desa II bernama R. Karto Hudoyo. Sehabis G30 S PKI Kepala Desa III dijabat Bp. Jinu Sastro Mulyono sampai tahun 1988 dilanjutkan Kepala Desa IV Bp. H. Sunarta dari tahun 1990 s/d 2007 yang masa berakhirnya 12 Januari 2007, diadakan pemilihan kepala desa kembali yang akhirnya pejabat Kepala Desa V sekarang Bp. Junaedhi Mulyono,SH beliau akan menjabat sampai tahun 2019.

Kegiatan pemerintahan desa Ponggok waktu itu dilakukan dikediaman perangkat desanya masing-masing karena belum mempunyai sarana-prasarana kantor Pemerintahan Desa termasuk meja, kursi, almari dan peralatan kantor lainnya. Pemerintah Desa Ponggok diawali dengan tidak adanya kas desa yang ada hanya mempunyai satu hektar tanah saja yang produktif seluas 6300 m² menghasilkan rata-rata Rp. 250.000 s/d Rp. 1.000.000 setiap tahunnya. Jadi wajar kalauDesa Ponggok dikategorikan desa termiskin se-Kecamatan Polanharjo, namun dibalik itu desa Ponggok cukup berpotensi yang mana dapat menghidupi daerah-daerah lain karena melimpahnya air. Mata air Ponggok arah selatan mengalir ke Kecamatan Karanganom ke Timur sampai Kecamatan Ceper dipergunakan untuk irigasi sawah dan air minum. Awal tahun 1990 H. Sunarta yang pada waktu itu menjabat sebagai kepala desa dengan swadaya masyarakat dapat membangun Balai Desa lengkap dengan peralatan kantornya. Dengan banyaknya pembangunan fasilitas-fasilitas umum Desa Ponggok mendapatkan juara II Pos Kamling tingkat eks-Karesidenan dan juara III Kepala Desa berprestasi sehingga tahun 1999 Bp. Sunarta terpilih kembali menjabat sebagai Kepala Desa Ponggok untuk kedua kalinya. Sebagai Kepala Desa dengan masa jabatan 8 tahun waktu itu Ponggok bekerjasama dengan PT. TIV ( AQUA ) dengan cara melepaskan tanah kas untuk pelindung mata air karena pabrik membutuhkan bahan baku air yang cukup mineralnya, sedang posisi lahan yang di bor oleh PT. TIV berdekatan dengan Umbul Sigedang maka Merk AQUA membubuhkan nama Sigedang. Dari pelepasan tanah Desa Ponggok dibeli oleh PT. TIV ( AQUA ) Desa Ponggok mendapatan penggantian lahan seluas 7,8150 Ha.

Keuntungan-keuntungan yang didapat dari bekerjasama dengan PT. TIV sbb:

  1. Kas semula 1,1475 Ha bertambah menjadi 3,955 Ha.
  2. Jatah tenaga kerja 40% untuk Desa Ponggok yang terserap.
  3. PAD bertambah setiap bulan tidak berkurang dari Rp. 30.000.00,-
  4. Pembangunan infrastruktur dapat dibiayai dari kas Desa.
  5. Menambah satu Perangkat Desa.
  6. Adanya dana CSR untuk pembangunan desa.
  7. Dan masih banyak keuntungan lainnya.

Bp. Junaedhi Mulyono,SH. Dengan visi dan misinya sebagai Kepala Desa terpilih sekarang, sebagian implementasi visi dan misinya sudah terlaksana yaitu dengan adanya pembangunan sarana-prasarana dan perubahan wajah desa sudah terlihat perkembangannya yang sangat signifikan sekali. Dalam periode sebelumnya sarana dan prasarana umum sudah terselesaikan maka ditahun  2014 sampai 2019/periode kepemimpinan kedua menitik beratkan pada program penataan lingkungan, kesehatan, rumah tangga dan penataan potensi desa sebagai tujuan wisata untuk menambah kesejahteraan masyarakat, dengan mengacu pada master plan Desa Ponggok tahun 2013 s/d 2025. Yang menitik beratkan dalam Investasi Pariwisata dengan merevitalisasi objek-objek wisata di Desa Ponggok, berikut dengan strategi perencanaan kawasan wisata dan penyusunan rencana paket desa wisata yang bertujuan untuk penataan lingkungan dan kelestarian sumber air yang ada di desa Ponggok, hal tersebut merupakan salah satu perencanaan dalam implementasi visi dan misi Desa Ponggok yang juga tertuang dalam perencanaan pembangunan desa yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku serta sesuai dengan rencana tata ruang wilayah Desa Ponggok. Dengan slogan Ponggok Pasti Bisa, Desa Ponggok senantiasa bertekad meraih cita-cita dan kemakmuran bersama.

Sumber: RPJMDes Desa Ponggok tahun 2014-2019

 

Ingin melihat lebih dekat Desa Ponggok ? Silahkan ikuti tautan berikut di YouTube KEMENDES PDTT